EXCELSIOR

Showing posts with label tips and trick. Show all posts
Showing posts with label tips and trick. Show all posts

Aktivitas rutin setiap hari pasti menyita banyak waktu Anda. Namun, terlalu sibukkah Anda sampai tak punya waktu untuk melakukan hal-hal positif? Sebenarnya, Anda hanya butuh 30 detik untuk melakukan berbagai hal positif yang bisa membuat Anda lebih bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari. Tak percaya? Berikut delapan aktivitas positif yang bisa Anda lakukan hanya dalam 30 detik saja:

Tersenyum. Ini merupakan hal yang terbilang paling mudah dilakukan dan sepele, namun memiliki dampak yang sangat besar untuk diri sendiri dan orang lain. Senyum bisa merileksasi ratusan saraf di wajah, dan melepaskan stress. Bahkan tersenyum bisa membuat orang menjadi awet muda.

Minum. Sekitar 75 persen otak kita tersusun dari air, namun otak merupakan salah satu organ yang paling mudah kehilangan cairan. Jika otak sudah kehilangan cairan, maka kita tak akan bisa berpikir jernih dan tenang. Karena itu, lupa minum seharusnya tidak jadi alasan, karena Anda hanya butuh 30 detik untuk melakukannya.

Menarik nafas. Bernafas memang merupakan hal alami dan kebutuhan setiap manusia. Namun, karena menjadi hal rutin yang dilakukan setiap hari, terkadang banyak orang yang tidak menikmati setiap helaan nafasnya. Bersamaan dengan menarik nafas, sekitar 70 persen kotoran dari dalam tubuh dikeluarkan melalui paru-paru. Sebelum memulai aktivitas, cobalah untuk meletakkan tangan Anda di pinggang, dan tariklah nafas dalam-dalam secara perlahan. Rasakan setiap hembusan nafas yang dihirup dan dikeluarkan. Biasakan melakukannya setiap pagi hari, karena udaranya masih segar.

Menyugesti diri.
Sugesti lah diri sendiri agar Anda mampu melakukan semua hal dengan baik, dan mensyukuri segala hal yang terjadi sepanjang hari. Cobalah menyugesti diri Anda dengan mengulangi kalimat "Saya utuh dan lengkap". Kalimat ini mengungkapkan rasa syukur atas kondisi Anda sehingga Anda akan bisa berpikir jernih dan menghadapi semua permasalahan dengan baik. Ulangi kalimat tersebut selama 30 detik.

Melakukan peregangan.
Hal yang satu ini juga bisa Anda lakukan dengan mudah setiap harinya. Dengan sedikit melakukan peregangan pada pagi hari setelah bangun tidur, tubuh pun akan terasa lebih bugar.

Memejamkan mata. Bila sudah merasakan sedikit penat dan stres, cobalah rileksasikan tubuh Anda sebentar. Jangan memaksa melakukan sesuatu ketika tubuh sedang lelah, karena hasilnya pun tidak akan positif. Berilah kesempatan pada diri Anda untuk beristirahat dan mengembalikan keseimbangan tubuh. Pejamkan mata, kepalkan tangan, dan letakkan di telinga, kemudian dengarkan suara ombak dan angin sepoi-sepoi di pantai yang tenang.

Gerakkan tubuh. Putarlah beberapa jenis musik yang Anda sukai di pemutar musik Anda, lalu dengarkan dan gerakkan tubuh Anda mengikuti alunan lagu selama 30 detik. Setelah itu energi Anda pun akan terasa semakin besar.

Do Nothing. Ini adalah hal yang paling menyenangkan. Tak usah melakukan apapun, hanya bersantai. Anda bisa duduk saja dan melamun, arahkan pandangan keluar jendela ataupun tataplah langit langit yang cerah.


Kompas, Christina Andhika Setyanti
Read More …

Jadi mahasiswa yang cuma tahu belajar atau demo saja sudah enggak zaman. Ada baiknya, jadilah mahasiswa yang tidak hanya oke di akademis saja tetapi eksis di luar kampus juga.

Kolomnis Scott Rosenfeld yang menggawangi laman Her Campus, membeberkan tips mudah bagi kamu yang ingin menjadi mahasiswa paling oke di dalam dan di luar kampus.

Ini dia resolusinya, seperti yang telah dilansir Rabu (7/9/2011).

1. Teroganisir
Jadi mahasiswa teledor dan ngaret? Itu sih jaman dulu. Mahasiswa oke baiknya bisa mengorganisir segala hal yang berhubungan dengan perkuliahan. So, atur ulang jadwal kuliahmu, jadwal magangmu, serta buku dan kertas kuliah. Ingat juga untuk mencatat setiap tanggal pengumpulan tugas, ujian, serta yang juga penting, liburan.

2. Olahraga
Sering bolos kuliah karena sakit, atau kehabisan nafas ketika mengejar dosen untuk mengumpulkan tugas? Waduh, kurang olahraga tuh. Jangan menampik kenyataan, olahraga itu penting untuk menjaga kesehatanmu, segera masukkan olahraga ke dalam jadwalmu. Selain akademis, kesehatan juga merupakan investasi penting.

3. Nikmati Waktu
Stress akibat padatnya jadwal kuliah dan magang, atau dekatnya tenggat waktu cicilan Bab 2 skripsi pasti membuatmu muak dengan kuliah. Jangan menyusahkan diri, nikmati saja waktu yang memusingkanmu itu, percaya deh, pengalaman kuliah tidak datang berkali-kali. Kalau terlalu fokus dengan rasa stress tersebut, bisa menyesal nanti.

4. Nabung

Menabung, tidak hanya penting bagi mahasiswa kos saja, tetapi mahasiswa yang tidak kos. Ayo mulai kelola keuanganmu sedari sekarang, ingat, orangtua tidak selamanya bisa dimintai uang. Dengan menabung, kamu tidak hanya bisa meringankan sedikit beban orangtua, tapi juga sebagai uang jaga-jaga ketika terjadi sesuatu yang membutuhkan uang.

5. Dermawan
Siapa yang bilang, mahasiswa itu "manusia kere yang pelit"? Mahasiswa jaman sekarang dermawan kok. Sikap dermawan perlu kamu pupuk dari sekarang, kamu enggak akan tambah miskin lantaran berderma. Yang ada, rejekimu makin bertambah, ingat filosofi "Air tidak akan dituang pada gelas yang penuh, kecuali isinya di keluarkan". Sama seperti rejekimu, tidak akan bertambah kalau tidak kamu dermakan.

6. Independent
Jangan andalkan orang kecuali dirimu sendiri, dengan begitu, kamu akan terbiasa mandiri. Jadilah pribadi yang merdeka, ungkapkan ide-idemu dengan lugas di tempat magang atau kerjakan tugasmu dengan kemampuanmu sendiri tanpa campur tangan teman, serta ingat untuk berani menjadi diri sendiri.

7. Jujur
Kalau kamu dari sekarang sudah gemar berbohong, bagaimana ketika turun ke masyarakat nanti ya? Makanya, kamu harus menjadi mahasiswa yang jujur. Yakni dengan sebisa mungkin tidak melakukan plagiat dalam membuat tugas, dan jujur kepada teman. Dengan kejujuran, kamu tidak akan hanya dipercaya teman, tetapi juga dipercaya dosen atau bahkan atasan di tempat magang.

8. Berusaha yang terbaik di mana pun berada
Paksa dirimu untuk tidak tertidur dalam kelas, atau tetap mengerjakan tugas dikala siaran favoritmu sedang berlangsung. Tolak ajakan hangout di kafe menjelang ujian, atau berhenti bergosip di tempat magang. Usahakan untuk selalu mengontrol dirimu, kecuali di waktu libur.

9. Jangan terlalu lunak dengan teman
Jika sudah berhubungan dengan teman, kamu enggak bisa berbuat apa-apa? "Cambuk" dirimu agar punya pendirian. Tidak selamanya teman membawamu kepada kebaikan, kadang terlalu terlena karena bersenang-senang dengan teman-teman malah akan menjauhkanmu dengan tujuanmu. Untuk kamu ketahui, teman yang baik adalah teman yang mendukung cita-citamu.

10. Giat membaca
 
Ilmu ada di mana-mana, luangkan waktumu untuk membaca lebih banyak. Kamu bisa membaca apa saja, baik dari buku, maupun dari internet. Dari buku teks hingga bungkus permen, percaya deh, kadang bacaan ringan bisa membantu memperkaya wawasanmu.


11. Jangan lebay
Segala sesuatu jika dilakukan dengan lebay, tidak selamanya baik loh. Hati-hati jangan sampai terjangkit "virus" lebay ya, usahakan semua berjalan seperti semestinya, tidak kurang atau pun lebih. Segala sesuatu jika berlebihan, akan membuatmu kelimpungan.



Read More …

Pernah mengalami kebuntuan dalam menulis? “Stuck” istilah yang tepat saya kira untuk menggambarkan kebuntuan ini. Tulisan yang menjadi komponen utama dari blog tersebut ternyata menjadi sebuah komponen yang paling sulit untuk disusun atau dibuat. Membuat tulisan atau menulis menjadi sangat sulit ketika kita tidak tahu cara hebat untuk mengatasi hambatan dalam menulis ini.

Tips mengatasi kebuntuan menulis.

1. Tulislah yang ada dikepala
Ya, tulis saja apa yang sedang terbersit di kepala anda saat ini, temanya bisa macam-macam, tidak perlu jauh-jauh memikirkan hal-hal yang belum atau tidak terpikirkan saat menulis, biarlah hal-hal tersebut dengan sendirinya akan muncul di lain waktu. Biasanya memang waktu akan banyak terbuang di sesi “cari inspirasi” ini, akhirnya yang terjadi adalah ngantuk, bosan lalu akhirnya kita lebih memilih menunda menulis.

2. Jangan pernah terpenjara soal EYD
Untuk sementara saya kira kita memang harus masa bodoh dengan hal ini. saya setuju dengan sebuah pendapat bahwa “my blog my rules” anda tidak suka dengan tulisan atau EYD yg saya salahgunakan? ya dikomentari saja. Anda malas membaca tulisan yang gaya tuturnya nyeleneh? tinggalkan saja. Ingat, “my blog my rules”. Sekali lagi, ide bening yang biasanya hinggap di saat tidak tentu bisa melayang jauh hanya karena kita sibuk mengurusi ejaan, dsb.

3. Jangan berhenti karena typografi
Ini juga sama dengan yang di atas. Abaikan dulu soal typografi!

4. Jangan pusing soal panjang atau pendek
Yap, panjang atau pendek tulisan bukan ukuran baik atau buruknya sebuah tulisan. jika pesan yang ingin anda sampaikan dapat dipenuhi dengan satu paragraf atau 100 kata, ya begitu saja. kalau anda senang dengan ulasan yang bertele-tele, silahkan. Sekali lagi kembali ke “perasaan” anda saja,.

5. Be yourself
Ini yang penting, jadilah diri sendiri. Menulis dengan gaya sendiri. Dengan terbiasa melakukan hal ini, pembaca akan bisa “mengenali” tulisan anda. Menyontek gaya menulis orang lain, selain membutuhkan waktu juga membuat tulisan kita akan kurang memiliki daya tarik karena tidak memiliki ciri khas tertentu.

6. Teruslah menulis hingga tak ada satupun kata keluar lagi.
Teruslah menulis, sajikan ide atau informasi selengkap mungkin yang anda tahu. Sampai akhirnya anda tidak lagi memiliki sesuatu yang akan disampaikan berkaitan dengan apa yang anda tulis saat itu.

7. Writing is rewriting
Kurang lebih artinya adalah tulislah kembali (edit) apa yang telah anda tulis, langkah ini dilakukan sebelum anda memposting tulisan. Amati kembali tulisan acakadut tadi, “think before posting” bukan “think before writing”… tapi ingat, ini hanya dilakukan ketika, tidak ada satupun kata lagi yang akan anda tulis.

Nah, tips di atas adalah metode ketika kita mengalami kondisi “stuck” dalam menulis, berikut ini tips agar kita bisa menulis dengan cepat.

Tips agar bisa menulis dengan cepat

1. Tulis apa yang anda suka
Ini yang perlu diperhatikan, jangan ikut arus. Kan lucu kalau anda akhirnya memaki-maki tulisan sendiri, karena yang anda tulis bukan sesuatu yang anda senangi.

2. Tulis apa yang anda kuasai.
Saya memiliki latar belakang ilmu komunikasi dan sedang mendalami Komunikasi Massa, saya akan selalu bisa membahas dan mendiskusikan apa saja yang berkaitan dengan kedua hal itu, untuk bidang ini saya akan kelihatan lebih expert ketimbang saya membahas dan ikut-ikutan menulis tentang jatuhnya Indeks harga saham dow jones yang pasti akan terlihat tolol karena ketidaktahuan saya.

3. Jangan terpaku judul, belakangan saja
Ini juga biang penghambat sebuah tulisan. Hentikan memikirkan judul agar terlihat “wah”, judul bisa dibuat kapan saja. Yang penting itu isi.

4. Jangan menulis/edit dikepala, tuangkan saja.
Mengedit di kepala selain membuat sakit kepala juga, sangat membuang-buang waktu. Mengalir saja.

5. Jangan baca tulisan berulang-ulang selesaikan saja

6. Jangan terlalu terpaku pada buku, pendapat anda saja.
Jangan terlalu banyak mengutip. Beranikan diri menulis ide sendiri. Buat apa membaca tulisan yang bisa juga kita dapatkan di buku atau majalah. Dalam nge-blog yang sangat menarik adalah unsur orisinalitas ide, opini atau pengalaman seseorang.

Nah, demikian beberapa hal yang saya kira penting untuk saya, anda atau siapapun yang mengalami kebuntuan ketika menulis. Blogger adalah dunianya orang-orang biasa, bukan manusia super yang harus kelihatan tanpa cacat. Sibuk memikirkan apakah tulisan kita buruk atau tidak sangat membuang-buang waktu. Menulis saja, practice make perfect kata si bule. Oke, salam blogger.

kompasiana, 25 juli 2011, 09.05
Read More …


Kabar berhasil melewati sejumlah tahapan dalam seleksi penerima beasiswa pasti menjadi kabar yang sangat baik. Apalagi, jika telah mencapai tahapan wawancara yang merupakan tahap akhir dari serangkaian tes yang harus dilalui bagi calon penerima beasiswa. Memasuki tahapan ini, artinya Anda dianggap sebagai kandidat yang kompeten untuk menerima pembiayaan studi. Tetapi, jangan berpuas hati. Tak sedikit yang harus "gigit jari" karena tak berhasil melampaui tahapan ini. Nah, berikut ini adalah pertanyaan umum dalam wawancara beasiswa dan bagaimana jawaban terbaik yang harus diberikan, seperti dikutip dari www.supercollege.com. Yuk, disimak!

1. Bagaimana Anda saat menjadi seorang pemimpin, atau, bagaimana Anda menggambarkan kepemimpinan?
Jika Anda mendapat pertanyaan mengenai kemampuan kepemimpinan, jangan hanya mengungkapkan sejumlah titel atau posisi yang pernah diraih. Fokuskan pada posisi kepemimpinan yang spesifik atau aktivitas yang bisa memberikan gambaran secara detil serta menunjukkan komitmen yang kuat. Misalnya, aktivitas sosial yang dilakukan, serta bagaimana Anda berkompetisi meraih sesuatu akan memudahkan pewawancara untuk mengukur prestasi Anda. Ingat, tidak harus menceritakan bagaimana Anda mengorganisasi sesuatu atau memotivasi orang lain. Hal itu justru terkesan sangat klasik.

2. Apa kekuatan dan kelemahan terbesar Anda?
Akan sangat mudah untuk mengatakan bahwa kekuatan Anda adalah seseorang yang mau bekerja keras. Tetapi, apa yang akan menjadi bukti kekuatan itu? Gunakan sebuah contoh. Sampaikan sebuah ilustrasi yang bisa menggambarkan apa yang Anda maksud dengan kekuatan itu. Tidak cukup hanya mengatakan bahwa Anda memiliki kualitas kepemimpinan yang baik. Anda harus bercerita tentang kejadian dimana Anda memang memimpin, apa hasil dari kepemimpinan Anda? Kenapa Anda melakukannya? Hal ini akan memudahkan pewawancara untuk memercayai bahwa itu memang kekuatan Anda.
Nah, ketika berbicara tentang kelemahan, jujur, tetapi penting untuk menunjukkan tindakan apa yang Anda ambil untuk mengatasi kelemahan itu. Mengakui kegagalan bukanlah kesalahan. Yang terpenting, bagaimana Anda mengambil langkah untuk mengatasi kegagalan itu.

3. Siapa yang menjadi tokoh panutan Anda?
Ketika pewawancara mengajukan pertanyaan ini, mereka bermaksud untuk mempelajari diri Anda dari jawaban yang diberikan. Dengan kata lain, siapa orang yang Anda kagumi menggambarkan sesuatu tentang Anda. Jadi, berhati-hatilah dalam menjelaskan siapa sosok yang Anda kagumi. Tak masalah siapapun yang Anda pilih sebagai "pahlawan", asal yakin bahwa Anda mengetahui banyak tentang tokoh itu untuk menjelaskan secara spesifik tentang pribadinya.

4. Apa buku favorit Anda?
Jangan memberikan laporan tentang sebuah buku, ketika menjawab pertanyaan ini. Apa yang diinginkan pewawancara adalah untuk memelajari siapa Anda. Apa yang Anda katakan tentang pentingnya membaca buku mengindikasikan ketertarikanmu, apa yang Anda yakini, tujuan dan hal yang disukai maupun tidak disukai.
Ketika berpikir tentang buku yang akan dipilih sebagai bacaan favorit, katakan bahwa pilihan itu membuatmu berpikir berbeda atau mendorong untuk melakukan suatu aksi tertentu. sebutkan juga, apa yang secara khusus membuat Anda terhubung dengan tokoh utama. Yang terpenting bukanlah apa buku yang Anda sukai, tetapi mengapa buku itu berarti bagi Anda.

5. Kenapa Anda memilih kampus ini?

Ini adalah kesempatan terbaik untuk mengungkapkan sesuatu tentang diri Anda melalui jawaban yang diberikan. Anda tentu bukannya menjadi tour guide dengan mendeskripsikan aset terbesar yang ada di kampus itu. Lebih baik menjelaskan bahwa Anda memilih sekolah itu karena fasilitas riset yang dimiliki. Jelaskan apa yang Anda akan lakukan dengan fasilitas-fasilitas yang ada. Lebih detil dan spesifik akan lebih baik.

6. Apa mata kuliah/mata pelajaran yang disukai di sekolah/kampus? Mengapa?
Akan terlihat mudah untuk menyebutkan mata pelajaran favorit. Tetapi, pewawancara mencoba memahami mengapa Anda menyukai apa yang Anda suka. Beri alasan dan contoh mengapa Anda menyukainya. Misalnya, ketika Anda menjawab menyukai Bahasa Inggris, berikan jawaban lebih dari sekadar, "Karena saya menyukainya" atau "Karena saya bagus dalam Bahasa Inggris".
Pertanyaan ini juga bisa Anda manfaatkan untuk menyebutkan sejumlah pencapaian atau penghargaan. Jika Anda mengatakan bahwa mata pelajaran yang disukai adalah Bahasa Inggris, Anda dapat berbicara tentang kompetisi menulis yang Anda menangkan, dan lain-lain.

7. Apa pengalaman akademik yang paling berkesan?
Pertanyaan seperti ini adalah kesempatan besar untuk menyampaikan sejumlah pencapaian yang berkesan. Yakinkan, bahwa apa yang Anda sampaikan detil dan menjelaskan bagaimana pentingnya pengalaman itu. Gunakan jawaban sebagai kesempatan untuk sedikit memberikan gambaran tentang Anda melalui cerita tentang proyek atau kelas yang berarti bagi Anda dan memberikan contoh yang membuat orang akan mengingatnya. Jika memungkinkan, pilihlah topik yang berhubungan dengan beasiswa yang akan menggambarkan mengapa Anda benar-benar ingin memenangkan beasiswa itu.
Semoga berhasil!

-diambil dari kompas.com
Read More …


Untuk mendapatkan dan terpilih sebagai penerima beasiswa, terutama untuk melanjutkan studi di luar negeri, tak cukup hanya bermodalkan "cas-cis-cus" bahasa Inggris. Ada kiat lain yang penting diperhatikan untuk memenangi kompetisi: penulisan esai! Tak jeli dalam penulisan esai, harapan bisa pupus.

1. Pastikan esai sesuai dengan tema
Misalnya, Anda mengajukan beasiswa yang berbasis pada pelayanan komunitas atau publik. Dalam berkas lamaran, Anda dapat membuat daftar berbagai grup komunitas yang telah diikuti dan berbagai penghargaan yang berkaitan yang pernah diraih. Intinya, buatlah esai yang brilian, tetapi sarat pesan yang sesuai dengan jurusan yang Anda inginkan dan alasan yang mendasari mengapa menginginkan studi itu sebagai prioritas pertama.

2. Menjawab pertanyaan dasar
Pernahkah Anda menanyakan sebuah pertanyaan, tetapi merasa bahwa sebenarnya ada pertanyaan mendasar yang seharusnya ditanyakan? Dalam banyak kasus, pertanyaan esai hanya batu loncatan bagi Anda untuk menjawab pertanyaan mendasar yang dimanfaatkan para juri untuk mengetahui alasan yang sesungguhnya. Misal, sebuah organisasi yang memberikan beasiswa di bidang bisnis kemungkinan akan mengajukan pertanyaan, "Mengapa Anda tertarik mempelajari bidang studi bisnis?". Sebenarnya, pertanyaan dasar yang mereka ajukan adalah "Mengapa Anda tertarik belajar di studi bisnis dan mengapa Anda merasa sebagai kandidat terbaik di bidang bisnis yang akan mendapatkan beasiswa kami?".
Dalam pertarungan memenangi beasiswa, Anda akan berkompetisi dengan kandidat yang memiliki latar belakang dan tujuan yang sama. Gunakan pertanyaan esai sebagai jalan untuk membuktikan kepada pemberi beasiswa bahwa Anda adalah orang yang paling layak menerima beasiswa.

3. Berbagi cerita tentang diri sendiri
Selain menjelaskan alasan mengapa ingin memenangi beasiswa, penting juga untuk menceritakan sesuatu tentang diri Anda. Jelaskanlah dalam uraian singkat 500-1000 kata. Tidak perlu menjelaskan semua tentang diri Anda. Hanya ceritakan dengan fokus salah satu aspek dari diri Anda. Dengan kata lain, jangan menjelaskan semuanya.
Misalnya, jika Anda menulis keterlibatan dalam sebuah aktivitas atau organisasi, fokuskan pada salah satu pengalaman.

4. Tulisan harus menunjukkan "passion"
Anda pasti pernah menulis banyak esai. Sekarang, cobalah lebih jujur, sebagian besar topik yang Anda tulis, sering kali sesuatu yang sebenarnya tidak menjadi konsen pribadi. Dalam menulis esai beasiswa, Anda mungkin akan menulis dengan cara yang sama. Tetapi, cara ini akan mengakibatkan kegagalan fatal.
Para pemenang beasiswa umumnya menulis esai tentang apa yang mereka senangi sehingga gairah penulis akan terasa. Ingatlah, ketika Anda secara antusias menceritakan sesuatu yang disenangi, tidak membutuhkan usaha yang lebih besar karena energi itu akan terpancar dalam tulisan. Oleh karena itu, ketika memilih sebuah topik, yakinlah itu adalah sesuatu yang benar-benar Anda pedulikan selama ini dan menjadi ketertarikan tersendiri.

5. Esai harus spesifik
Kesalahan umum dalam menulis esai adalah menggunakan pendapat umum, daripada sesuatu yang lebih spesifik. Misalnya, jangan menulis, "Pendidikan adalah kunci kesuksesan". Sebaliknya, juri beasiswa menginginkan kisah hidup Anda yang menunjukkan bagaimana pendidikan telah memengaruhi hidup Anda. Misalnya, jika Anda ingin menjadi astronot, Anda bisa menjelaskan bahwa cita-cita ini berawal dari hadiah yang diberikan ayah Anda, yaitu berupa pesawat roket. Fokuslah pada salah satu pengalaman yang membuat pembaca akan teringat tentang kisah Anda itu.
 

6. Harus ada pernyataan inti
Pastikan esai yang Anda tulis memiliki poin yang jelas, hal yang kebanyakan jarang terlihat dalam berbagai esai mahasiswa. Harus ada ide sentral yang dipahami pembaca. Coba trik sederhana ini untuk menemukan inti dari esai Anda, "Bagaimana Anda menjelaskan esai yang ditulis dalam satu kalimat?" Jika Anda tak dapat menjabarkannya dalam satu kalimat, mungkin poin utamanya belum cukup jelas. Atau yang lebih buruk, esai Anda mungkin memang tidak memiliki tesis tertentu.

7. Tunjukkan prestasi
Memenangi beasiswa adalah tentang bagaimana memberikan kesan dan menunjukkan kepada para pemberi beasiswa bahwa Anda adalah kandidat terbaik yang layak mereka biayai. Prestasi, aktivitas, bakat, dan berbagai penghargaan yang pernah Anda raih akan membuktikan bahwa Anda benar-benar kandidat terbaik. Gunakan esai untuk turut menjelaskannya.

Bagaimanapun juga, jangan hanya terpatok pada apa yang diminta dalam syarat pengajuan. Gunakan kesempatan untuk fokus pada prestasi yang spesifik, tempatkan pada konteks yang sesuai.

Selamat mencoba!

-diambil dari kompas.com
Read More …